Transformasi berasal dari dua kata dasar, ‘trans dan form.’ Trans berarti melintasi dari satu sisi ke sisi lainnya (across), atau melampaui (beyond); dan kata form berarti bentuk. Transformasi mengandung makna, perubahan bentuk yang lebih dari, atau melampaui perubahan bungkus luar saja.Transformasi sering diartikan adanya perubahan atau perpindahan bentuk yang jelas, pemakaian kata transformasi menjelaskan perubahan yang bertahap dan terarah tetapi tidak radikal. Walaupun demikian pengertian transformasi sendiri secara konkret masih suatu wacana yang membingungkan, banyak pandangan yang berbeda dari pemakaian kata tersebut yang hanya disesuaikan dengan perspektif parsial para penggunanya.
Industri merupakan suatu kegiatan ekonomi yang mengolah barang mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi untuk dijadikan barang yang lebih tinggi kegunaannya. Secara umum definisi mengenai industri bermacam-macam namun pada dasarnya pengertiannya tidak berbeda satu sama lainnya, adapun definisi menurut Sukirno adalah perusahaan yang menjalankan kegiatan ekonomi yang tergolong dalam sektor sekunder. Kegiatan itu antara lain adalah pabrik tekstil, pabrik perakitan dan pabrik pembuatan rokok. Dari beberapa pengertian industri maka secara garis besar dapat disimpulkan bahwa industri adalah kumpulan dari beberapa perusahaan yang memproduksi barang-barang tertentu dan menempati areal tertentu dengan output produksi berupa barang atau jasa. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa.
Sabtu, 21 Mei 2011
Kamis, 19 Mei 2011
REVOLUSI SEKTOR JASA
Revolusi Sektor Jasa
Pengertian Jasa
Beberapa pengertian jasa menurut para ahli diantaranya ialah :
Menurut Payne, “Jasa merupakan suatu kegiatan yang memiliki beberapa unsure ketak berwujudan (intangible) yang melibatkan beberapa interaksi dengan konsumen atau dengan Properti kepemilikannya, dan tidak menghasilkan transfer kepemilikan.”
Menurut Zeithmal dan Bitner, “ Jasa adalah seluruh kegiatan yang meliputi aktivitas ekonomi yang hasilnya bukan merupakan produk fisik atau konstruksi, umumnya dikonsumsi sekaligus pada saat diproduksi dan memberikan nilai tambah dalam berbagai bentuk seperti kenyamanan, hiburan, ketepatan waktu, kemudahan dan kesehatan, yang pada dasarnya tidak berwujud.”
Menurut Lovelock dan Wright, bisnis jasa dipandang sebagai suatu sistem terdiri dari sistem operasi jasa (service operation system) dan sistem penyampaian jasa (service delivery system). Sistem operasi jasa (service operation system), merupakan komponen yang terdapat dalam sistem bisnis jasa secara keseluruhan, dimana input diproses dan elemen-elemen produk jasa diciptakan melalui komponen sumber daya manusia dan komponen fisik. Pada sistem penyampaian jasa (service delivery system), berhubungan dengan kapan, dimana, dan bagaimana jasa disampaikan kepada pelanggan, meliputi unsur-unsur sistem dalam operasi jasa dan hal-hal lain yang disajikan kepada konsumen lain.
Karakteristik Jasa
Beberapa karakteristik jasa diantaranya ialah:
1. Intangibiliity
Jasa berbeda dengan barang. Bila barang merupakan suatu obyek, alat atau benda maka jasa adalah suatu perbuatan, pengalaman, proses, kinerja (performance). Oleh karena itu jasa tidak dapat dilihat, dirasa, dicium, didengar, atau diraba sebelum dibeli dan dikonsumsi.
Implikasi bagi konsumen, ketidakpastian dalam pembelian jasa relatif tinggi, dan merasakan resiko yang lebih besar dalam keputusan pembeliannya, karena :
· Terbatasnya search qualities, yakni karakteristik fisik yg bisa dievaluasi sebelum pembelian dilakukan. Untnk barang, konsumen dapat menilai bentuknya, warna, modelnya sebelum membelinya. Namun utk jasa, kualitas apa dan bagaimana yang akan diterima konsumen, umumnya tidak diketahui sebelum jasa tesebut dikonsumsi.
· Jasa biasanya mengandung unsur experience quality, adalah karakteristik yang dapat dinilai setelah pembelian, seperti kualitas, efisiensi dan kesopanan.
· Dan credence quality, adl karakteristik yang sulit dinilai, bahkan setelah pembelian dilakukan. Misal, seseorang sulit menilai peningkatan kemampuan bahasa inggrisnya setelah mengikuti kursus pada periode tetentu.
Intangibiliity /intangibilitas jasa:
Adanya karakteristik Intangibiliity /intangibilitas pada jasa ini menyebabkan konsumen :
· Sulit mengevaluasi berbagai alternatif penawaran jasa
· Mempersepsikan tingkat resiko yang tinggi
· Menekankan pentingnya sumber informasi informal
· Menggunakan harga sebagai dasar penilaian kualitas.
Melihat beberapa kesulitan yang akan dihadapi konsumen tersebut, manajemen perlu segera merespon dengan beberapa kebijakan seperti :
· Mereduksi kompleksitas jasa
Kesulitan dalam memajang jasa dan mendiverensiasikan jasa inovasi jasa sukar dipatenkan
· Penekanan petunjuk fisik (tangible cues)
Memfasilitasi rekomendasi dari mulut ke mulut
· Fokus pada kualitas jasa
2. Inseparability
Barang biasanya diproduksi, kemudian dijual lalu dikonsumsi. Sedangkan jasa dijual lebih dulu, baru kemudian diproduksi dan dikonsumsi pada waktu dan tempat yang sama.
implikasi :
· interaksi antara produsen dan konsumen merupakan faktor penting yang menentukan kepuasan konsumen
· karena waktu terjadi proses produksi ada konsumen lain yang berada disitu, maka perilaku mereka akan mempe-ngaruhi thd jasa yang diberikan.
· perkembangan atau pertumbuhan jasa sulit diwujudkan
· Implikasi bagi penyedia jasa :
· Melatih agar staf dapat berinteraksi secara efektif
· Mencegah agar konsumen tidak meng-ganggu konsumen lain, missal antara perokok dengan yang tidak perokok
Pertumbuhan dapat difasilitasi dengan pelatihan, fasilitas yg bisa melayani pelanggan yg lebih besar, bekerja lebih cepat
3. Variability/heterogeneity
Jasa bersifat sangat variabel karena merupakan non standardized output, artinya banyak variasi bentuk, kualitas dan jenis, tergantung pd siapa, kapan, dan dimana jasa tersebut diproduksi .
Variabilitas kualitas jasa tergantung :
1. Kerjasama atau partisipasi pelanggan selama penyampaian jasa
2. Moral/motivasi karyawan dlm mela-yani pelanggan
3. Beban kerja perusahaan
Pengurangan dampak variabilitas kuali-tas jasa melalui strategi :
· Berinvestasi dalam seleksi, motivasi, dan pelatihan karyawan agar karyawan mematuhi prosedur stan-dar dan menangani permintaan yang unpredictable
· Melakukan service customization, artinya meningkatkan interaksi antara penyedia jasa dengan pelanggan shg jasa yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan.
4. Perishability
berarti jasa tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan. Bila permintaan bersifat konstan, kondisi tersebut tidak menyebabkan masalah. Namun kenyataanya permintaan thd jasa sangat fluktuasi. Kegagalan mela-yani pada permintaan puncak, akan menyebabkan ketidakpuasan pelanggan. Dalam manajemen permintaan alter-natif yang bisa digunakan :
· Mengurangi permintaan pada periode permintaan puncak, dengan menerapkan differential pricing.
· Meningkatkan permintaan pada periode permintaan sepi, dengan cara menurunkan harga
· Menerapkan system antrian, shg pelanggan harus menunggu untuk dilayanai
5. Lack of ownership
Pada pembelian barang konsumen memili-ki hak penuh atas produk yg dibelinya.
Pada pembelian jasa, pelanggan hanya memiliki akses personal atas suatu jasa untuk jangka waktu tertentu.
Penyelanggara Sektor Jasa
Penyelenggaraan sector jasa di Indonesia dikelompokkan kedalam $ kelompok diantaranya:
1. Sektor pemerintah
Seperti kantor pos, kantor pelayanan pajak, kantor polisi, rumah sakit, sekolah, bank pemerintah
2. Sektor nirlaba swasta
Seperti sekolah, universitas, rumah sakit, yayasan
3. Sektor bisnis
Seperti, perbankan, hotel, perusahaan asuransi, konsultan, transportasi,
4. Sektor manufaktur
Seperti akuntan, operator komputer, penasihat hukum, arsitek
Faktor Faktor yang Mendorong Perkembangan Sektor Jasa
Biasanya setiap perkembangan bisnis jasa tertentu, terdorong oleh perkembangan faktor-faktor tertentu atau karena perkembangan sektor jasa yang lain. Berikut ini beberapa faktor yang sering menjadi penentu berkembangnya sektor jasa tertentu.
1. Waktu santai yang semakin banyak, atau waktu liburan sekolah dapat memunculkan banyak jenis jasa baru. Misalnya bisnis perjalanan wisata, pusat hiburan dan rekreasi, kursus dan pelatihihan singkat, jasa TV kabel, Rumah produksi Sinetron, tempat peristirahatan, karaoke, pertunjukkan musik.
2. Persentase wanita yg memasuki angkatan kerja semakin besar, dapat memunculkan jenis jasa baru. Misalnya jasa penitipan anak, baby sitter, binatu, restoran siap santap.
3. Tingkat harapan hidup semakin meningkat, dapat memunculkan jenis jasa baru. Misalnya jasa perawatan kesehatan dan konsultasi kesehatan.
4. Produk yang dibutuhkan dan dihasilkan semakin komplek, dapat memunculkan jenis jasa baru. Misalnya Jasa instalasi, pelatihan, konsultasi, reparasi.
5. Adanya peningkatan kompleksitas kehidupan, dapat memunculkan jenis jasa baru. Misalnya jasa pengacara, psikolog, ahli gizi, dokter pribadi, pelatih kebugaran, penasihat finansial.
Pengertian Jasa
Beberapa pengertian jasa menurut para ahli diantaranya ialah :
Menurut Payne, “Jasa merupakan suatu kegiatan yang memiliki beberapa unsure ketak berwujudan (intangible) yang melibatkan beberapa interaksi dengan konsumen atau dengan Properti kepemilikannya, dan tidak menghasilkan transfer kepemilikan.”
Menurut Zeithmal dan Bitner, “ Jasa adalah seluruh kegiatan yang meliputi aktivitas ekonomi yang hasilnya bukan merupakan produk fisik atau konstruksi, umumnya dikonsumsi sekaligus pada saat diproduksi dan memberikan nilai tambah dalam berbagai bentuk seperti kenyamanan, hiburan, ketepatan waktu, kemudahan dan kesehatan, yang pada dasarnya tidak berwujud.”
Menurut Lovelock dan Wright, bisnis jasa dipandang sebagai suatu sistem terdiri dari sistem operasi jasa (service operation system) dan sistem penyampaian jasa (service delivery system). Sistem operasi jasa (service operation system), merupakan komponen yang terdapat dalam sistem bisnis jasa secara keseluruhan, dimana input diproses dan elemen-elemen produk jasa diciptakan melalui komponen sumber daya manusia dan komponen fisik. Pada sistem penyampaian jasa (service delivery system), berhubungan dengan kapan, dimana, dan bagaimana jasa disampaikan kepada pelanggan, meliputi unsur-unsur sistem dalam operasi jasa dan hal-hal lain yang disajikan kepada konsumen lain.
Karakteristik Jasa
Beberapa karakteristik jasa diantaranya ialah:
1. Intangibiliity
Jasa berbeda dengan barang. Bila barang merupakan suatu obyek, alat atau benda maka jasa adalah suatu perbuatan, pengalaman, proses, kinerja (performance). Oleh karena itu jasa tidak dapat dilihat, dirasa, dicium, didengar, atau diraba sebelum dibeli dan dikonsumsi.
Implikasi bagi konsumen, ketidakpastian dalam pembelian jasa relatif tinggi, dan merasakan resiko yang lebih besar dalam keputusan pembeliannya, karena :
· Terbatasnya search qualities, yakni karakteristik fisik yg bisa dievaluasi sebelum pembelian dilakukan. Untnk barang, konsumen dapat menilai bentuknya, warna, modelnya sebelum membelinya. Namun utk jasa, kualitas apa dan bagaimana yang akan diterima konsumen, umumnya tidak diketahui sebelum jasa tesebut dikonsumsi.
· Jasa biasanya mengandung unsur experience quality, adalah karakteristik yang dapat dinilai setelah pembelian, seperti kualitas, efisiensi dan kesopanan.
· Dan credence quality, adl karakteristik yang sulit dinilai, bahkan setelah pembelian dilakukan. Misal, seseorang sulit menilai peningkatan kemampuan bahasa inggrisnya setelah mengikuti kursus pada periode tetentu.
Intangibiliity /intangibilitas jasa:
Adanya karakteristik Intangibiliity /intangibilitas pada jasa ini menyebabkan konsumen :
· Sulit mengevaluasi berbagai alternatif penawaran jasa
· Mempersepsikan tingkat resiko yang tinggi
· Menekankan pentingnya sumber informasi informal
· Menggunakan harga sebagai dasar penilaian kualitas.
Melihat beberapa kesulitan yang akan dihadapi konsumen tersebut, manajemen perlu segera merespon dengan beberapa kebijakan seperti :
· Mereduksi kompleksitas jasa
Kesulitan dalam memajang jasa dan mendiverensiasikan jasa inovasi jasa sukar dipatenkan
· Penekanan petunjuk fisik (tangible cues)
Memfasilitasi rekomendasi dari mulut ke mulut
· Fokus pada kualitas jasa
2. Inseparability
Barang biasanya diproduksi, kemudian dijual lalu dikonsumsi. Sedangkan jasa dijual lebih dulu, baru kemudian diproduksi dan dikonsumsi pada waktu dan tempat yang sama.
implikasi :
· interaksi antara produsen dan konsumen merupakan faktor penting yang menentukan kepuasan konsumen
· karena waktu terjadi proses produksi ada konsumen lain yang berada disitu, maka perilaku mereka akan mempe-ngaruhi thd jasa yang diberikan.
· perkembangan atau pertumbuhan jasa sulit diwujudkan
· Implikasi bagi penyedia jasa :
· Melatih agar staf dapat berinteraksi secara efektif
· Mencegah agar konsumen tidak meng-ganggu konsumen lain, missal antara perokok dengan yang tidak perokok
Pertumbuhan dapat difasilitasi dengan pelatihan, fasilitas yg bisa melayani pelanggan yg lebih besar, bekerja lebih cepat
3. Variability/heterogeneity
Jasa bersifat sangat variabel karena merupakan non standardized output, artinya banyak variasi bentuk, kualitas dan jenis, tergantung pd siapa, kapan, dan dimana jasa tersebut diproduksi .
Variabilitas kualitas jasa tergantung :
1. Kerjasama atau partisipasi pelanggan selama penyampaian jasa
2. Moral/motivasi karyawan dlm mela-yani pelanggan
3. Beban kerja perusahaan
Pengurangan dampak variabilitas kuali-tas jasa melalui strategi :
· Berinvestasi dalam seleksi, motivasi, dan pelatihan karyawan agar karyawan mematuhi prosedur stan-dar dan menangani permintaan yang unpredictable
· Melakukan service customization, artinya meningkatkan interaksi antara penyedia jasa dengan pelanggan shg jasa yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan.
4. Perishability
berarti jasa tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan. Bila permintaan bersifat konstan, kondisi tersebut tidak menyebabkan masalah. Namun kenyataanya permintaan thd jasa sangat fluktuasi. Kegagalan mela-yani pada permintaan puncak, akan menyebabkan ketidakpuasan pelanggan. Dalam manajemen permintaan alter-natif yang bisa digunakan :
· Mengurangi permintaan pada periode permintaan puncak, dengan menerapkan differential pricing.
· Meningkatkan permintaan pada periode permintaan sepi, dengan cara menurunkan harga
· Menerapkan system antrian, shg pelanggan harus menunggu untuk dilayanai
5. Lack of ownership
Pada pembelian barang konsumen memili-ki hak penuh atas produk yg dibelinya.
Pada pembelian jasa, pelanggan hanya memiliki akses personal atas suatu jasa untuk jangka waktu tertentu.
Penyelanggara Sektor Jasa
Penyelenggaraan sector jasa di Indonesia dikelompokkan kedalam $ kelompok diantaranya:
1. Sektor pemerintah
Seperti kantor pos, kantor pelayanan pajak, kantor polisi, rumah sakit, sekolah, bank pemerintah
2. Sektor nirlaba swasta
Seperti sekolah, universitas, rumah sakit, yayasan
3. Sektor bisnis
Seperti, perbankan, hotel, perusahaan asuransi, konsultan, transportasi,
4. Sektor manufaktur
Seperti akuntan, operator komputer, penasihat hukum, arsitek
Faktor Faktor yang Mendorong Perkembangan Sektor Jasa
Biasanya setiap perkembangan bisnis jasa tertentu, terdorong oleh perkembangan faktor-faktor tertentu atau karena perkembangan sektor jasa yang lain. Berikut ini beberapa faktor yang sering menjadi penentu berkembangnya sektor jasa tertentu.
1. Waktu santai yang semakin banyak, atau waktu liburan sekolah dapat memunculkan banyak jenis jasa baru. Misalnya bisnis perjalanan wisata, pusat hiburan dan rekreasi, kursus dan pelatihihan singkat, jasa TV kabel, Rumah produksi Sinetron, tempat peristirahatan, karaoke, pertunjukkan musik.
2. Persentase wanita yg memasuki angkatan kerja semakin besar, dapat memunculkan jenis jasa baru. Misalnya jasa penitipan anak, baby sitter, binatu, restoran siap santap.
3. Tingkat harapan hidup semakin meningkat, dapat memunculkan jenis jasa baru. Misalnya jasa perawatan kesehatan dan konsultasi kesehatan.
4. Produk yang dibutuhkan dan dihasilkan semakin komplek, dapat memunculkan jenis jasa baru. Misalnya Jasa instalasi, pelatihan, konsultasi, reparasi.
5. Adanya peningkatan kompleksitas kehidupan, dapat memunculkan jenis jasa baru. Misalnya jasa pengacara, psikolog, ahli gizi, dokter pribadi, pelatih kebugaran, penasihat finansial.
“ANTARA LINDO DAN KUYA”
Milah : Eh lin kuya lagi bobo ga dipojok??
Poppy : Geje banget sih mil?masa ga ngerti?
Milah : Au ni lindo ulek lado kebanyakkan makan sambel ijo :D
Poppy : Hahahaha kayanya deh, tapi tu si kuya demen amat ama lindo :D
Milah : Pasangan ideal mereka
Poppy : Hahahaha asik dah,tapi lindo cuek banget, padahal mau banget ama kuya. Jangan- jangandiam-diam dibelakang kita mereka smsan lagi.
Milah : Lu ga tau sih py… telpon-telponan juga mereka tiap malem..waktu itu gue pergokin dia lagi nonton tau py..:D
Poppy : Waduh nonton dimana tu anak? Kalibata?
Milah : Bukan di pasar minggu (di dalam pasar, layar tancep),,,…:D:D
Poppy : Hahahhaha gimana tu tampang mereka berdua? Nagangap dah tu mulut mereka lagi nonton ….. asik dah ada kemajuan jangan-jangan besok mereka jalan berdua lagi duduk dipinggir kali atau empang…
Milah : Hahahhahhaa bisa jadi py…..nontonnya aja pake dress code segala py…baju purba…:D
Poppy : Hahahahah romantic banget dah…. Akhirnya lindo punya pasangan yang super romantic …. Mudah-mudahan langeng dah biar muka lindo di cakar ama rambut kuya…. :DDD
Millah : Hahahha ia py,, tapi kasian juga lindo belum kawin aja udah korban KDRT , cakaran rambutnya ituloh maut banget…:D
Poppy : Hahahahha parah banget dah kuya…. Pantesan lindo ga mau ngaku ama kita lok mereka lagi deket ternyata sering terjadi KDRT toh.tpi lindo sabar banget ya…. Begitu setianya ama kuya ga pernah marah lagi ama kuya….
Milah : Iyalah py ga pernah marah dia, setiap hari dia dicekokin makanan melulu, makanya dia masih setia sehidup semati….
Poppy : Hahahaha asik hidunya damai, aman, makmur sejahtera dong hidup mereka kuya. Nanti anak mereka mirip siapa dong… kuya or lindo????
Milah : hhmmmmm…. Kayanya bibirnya kuya, mata idungnya lindo deh py…. Unyu deh….hahahahaha :D :D
-THE END-
Poppy : Geje banget sih mil?masa ga ngerti?
Milah : Au ni lindo ulek lado kebanyakkan makan sambel ijo :D
Poppy : Hahahaha kayanya deh, tapi tu si kuya demen amat ama lindo :D
Milah : Pasangan ideal mereka
Poppy : Hahahaha asik dah,tapi lindo cuek banget, padahal mau banget ama kuya. Jangan- jangandiam-diam dibelakang kita mereka smsan lagi.
Milah : Lu ga tau sih py… telpon-telponan juga mereka tiap malem..waktu itu gue pergokin dia lagi nonton tau py..:D
Poppy : Waduh nonton dimana tu anak? Kalibata?
Milah : Bukan di pasar minggu (di dalam pasar, layar tancep),,,…:D:D
Poppy : Hahahhaha gimana tu tampang mereka berdua? Nagangap dah tu mulut mereka lagi nonton ….. asik dah ada kemajuan jangan-jangan besok mereka jalan berdua lagi duduk dipinggir kali atau empang…
Milah : Hahahhahhaa bisa jadi py…..nontonnya aja pake dress code segala py…baju purba…:D
Poppy : Hahahahah romantic banget dah…. Akhirnya lindo punya pasangan yang super romantic …. Mudah-mudahan langeng dah biar muka lindo di cakar ama rambut kuya…. :DDD
Millah : Hahahha ia py,, tapi kasian juga lindo belum kawin aja udah korban KDRT , cakaran rambutnya ituloh maut banget…:D
Poppy : Hahahahha parah banget dah kuya…. Pantesan lindo ga mau ngaku ama kita lok mereka lagi deket ternyata sering terjadi KDRT toh.tpi lindo sabar banget ya…. Begitu setianya ama kuya ga pernah marah lagi ama kuya….
Milah : Iyalah py ga pernah marah dia, setiap hari dia dicekokin makanan melulu, makanya dia masih setia sehidup semati….
Poppy : Hahahaha asik hidunya damai, aman, makmur sejahtera dong hidup mereka kuya. Nanti anak mereka mirip siapa dong… kuya or lindo????
Milah : hhmmmmm…. Kayanya bibirnya kuya, mata idungnya lindo deh py…. Unyu deh….hahahahaha :D :D
-THE END-
Minggu, 08 Mei 2011
baru punya handphone
Ucup dan Acep baru punya handphone.
Ucup : "Cep ngapain lho megangin pager rumah?"
Acep : "Ini Cup, gw lagi mau isi pulsa..."
Ucup : "Eh, ape hubunganye nempel di pager ama isi pulsa Cep? Telpon operator aje. Susah amat sih."
Acep : "Itu die masalahnye,dari tadi gue disuruh operator tekan pager, nah gue sudah tekan pager berkali-kali kok kagak bisa juga. Ampe bonyok neh jempol gue."
Ucup : "Gue lebih parah coy."
Asep : "Emang elu kenape?"
Ucup : "Gue malah disuruh mencet bintang."
Ucup : "Cep ngapain lho megangin pager rumah?"
Acep : "Ini Cup, gw lagi mau isi pulsa..."
Ucup : "Eh, ape hubunganye nempel di pager ama isi pulsa Cep? Telpon operator aje. Susah amat sih."
Acep : "Itu die masalahnye,dari tadi gue disuruh operator tekan pager, nah gue sudah tekan pager berkali-kali kok kagak bisa juga. Ampe bonyok neh jempol gue."
Ucup : "Gue lebih parah coy."
Asep : "Emang elu kenape?"
Ucup : "Gue malah disuruh mencet bintang."
Jumat, 06 Mei 2011
memancing di danau singkarak
Waktu malam minggu,sakitar jam sabaleh malam..,awak baduo samo Zikra kawan awak manciang di Danau Singkarak.., aia danau sadang riak-riak.., sakitar satu jam kami mamanciang indak ado dapek lauk nyo do.,umpan lah abih.,.
Indak Lamo kamudian tibo lah urang dari Pakan Baru singgah untuk mamanciang di tampek kami tu,kiro-kiro ado sakitar 6 urang nyo. Anak jo bini nyo sato lo mamanciang malam- malam tu..
"Lah ado Dapek ikan Diak..??",kato salah surang laki-laki tadi.
"Alun ado lai Da...", Jawek si Zikra.
"Dari caliak caro nyo mamanciang urang ko dak biaso manciang di danau do Zik..??"kato awak ka si Zikra.
"ba a tu ..??"
"caliak lah bini urang tu....,mamanciang disiko batu - batu nyo sagadang godok,,apuang-apuang nyo pake bola karah-karah sagadang godok lo."
"huakak...kahh...kah...ado ado se mah..."
Lah sakitar tigo jam mamanciang indak yo dapek ikan do ..,umpan kami lah abih.Jadi kami cuma mangawanan urang Pakan Baru tu mamanciang lai.
Indak lamo panciang salah sorang laki-laki tadi panciang nyo dibanam an apuang-apuang nyo,
"Eh lai mah Da...,"kato Zikra.
"yo...gadang takah nyo mah.,,kareh unyuik nyo..."
Bakumpualah keluarga nyo disitu untuk mancaliak hasil yang didapek an.
"Ayo ..Pa..jaan ampe lapeh Pa..",kato bini Uda tu.
Tali panciang digulung taruih, ampiang sampai ditapian lai..lah mulai nampak mangkilek-kilek.
Tau tau nyo sampai panciang diangkek,tapampang lah softek yang lakek dimato panciang paja tadi.
"Aduh...,mimpi a den samalam...,,ado darah lo lai...",kato laki-laki tadi.
Awak samo Zikra payah manahan galak.... keluarganyo galak bacampua sadiah
Indak Lamo kamudian tibo lah urang dari Pakan Baru singgah untuk mamanciang di tampek kami tu,kiro-kiro ado sakitar 6 urang nyo. Anak jo bini nyo sato lo mamanciang malam- malam tu..
"Lah ado Dapek ikan Diak..??",kato salah surang laki-laki tadi.
"Alun ado lai Da...", Jawek si Zikra.
"Dari caliak caro nyo mamanciang urang ko dak biaso manciang di danau do Zik..??"kato awak ka si Zikra.
"ba a tu ..??"
"caliak lah bini urang tu....,mamanciang disiko batu - batu nyo sagadang godok,,apuang-apuang nyo pake bola karah-karah sagadang godok lo."
"huakak...kahh...kah...ado ado se mah..."
Lah sakitar tigo jam mamanciang indak yo dapek ikan do ..,umpan kami lah abih.Jadi kami cuma mangawanan urang Pakan Baru tu mamanciang lai.
Indak lamo panciang salah sorang laki-laki tadi panciang nyo dibanam an apuang-apuang nyo,
"Eh lai mah Da...,"kato Zikra.
"yo...gadang takah nyo mah.,,kareh unyuik nyo..."
Bakumpualah keluarga nyo disitu untuk mancaliak hasil yang didapek an.
"Ayo ..Pa..jaan ampe lapeh Pa..",kato bini Uda tu.
Tali panciang digulung taruih, ampiang sampai ditapian lai..lah mulai nampak mangkilek-kilek.
Tau tau nyo sampai panciang diangkek,tapampang lah softek yang lakek dimato panciang paja tadi.
"Aduh...,mimpi a den samalam...,,ado darah lo lai...",kato laki-laki tadi.
Awak samo Zikra payah manahan galak.... keluarganyo galak bacampua sadiah
gelar orang minang
Usman Chaniago, supir camat di Payakumbuh, minta berhenti karena ingin merantau ke Jakarta untuk mengadu nasib.
Mula-mula dia bekerja sebagai tukang kantau di Tanah Abang, setelah dapat mengumpulkan sedikit modal dimulai pula menggelar dagangannya di pinggir jalan di Tanah Abang.
Nasib rupanya memihak kepadanya, beberapa tahun kemudian dia berhasil memiliki kios kain di dalam pasar. Dia pun berkeluarga dan memiliki 2 anak. Bahkan tahun ini dia membangun rumah di Depok, di lingkungan perumahan dosen UI.
Karena tetangganya semua akademisi, macam-macam gelarnya, ada Prof., ada Phd. dll. Usman merasa malu kalau papan namanya tidak tercantum gelar seperti tetangganya.
Dibuatlah papan naman dari perak, dipesan dari Koto Gadang, dengan nama DR.Usman Chaniago MSc.
Ketika ayahnya datang berkunjung, sambil bangga dia bertanya di mana anaknya kuliah, sebab setahu dia, Usman hanya berdagang.
Dengan malu-malu Usman menerangkan gelarnya di papan nama, "Nama itu artinyo 'Disiko Rumahnyo Usman Chaniago Mantan Supir Camat'."
Mula-mula dia bekerja sebagai tukang kantau di Tanah Abang, setelah dapat mengumpulkan sedikit modal dimulai pula menggelar dagangannya di pinggir jalan di Tanah Abang.
Nasib rupanya memihak kepadanya, beberapa tahun kemudian dia berhasil memiliki kios kain di dalam pasar. Dia pun berkeluarga dan memiliki 2 anak. Bahkan tahun ini dia membangun rumah di Depok, di lingkungan perumahan dosen UI.
Karena tetangganya semua akademisi, macam-macam gelarnya, ada Prof., ada Phd. dll. Usman merasa malu kalau papan namanya tidak tercantum gelar seperti tetangganya.
Dibuatlah papan naman dari perak, dipesan dari Koto Gadang, dengan nama DR.Usman Chaniago MSc.
Ketika ayahnya datang berkunjung, sambil bangga dia bertanya di mana anaknya kuliah, sebab setahu dia, Usman hanya berdagang.
Dengan malu-malu Usman menerangkan gelarnya di papan nama, "Nama itu artinyo 'Disiko Rumahnyo Usman Chaniago Mantan Supir Camat'."
tanah abang
Pemuda Jawa : "Maaf, saya orang baru di Jakarta, baru datang dari Jawa... apakah ini Tanah Abang?"
Pemuda Batak : "Oh bukan.... ini bukan tanah aku, sumpah! Aku juga baru datang dari Medan, jadi aku juga tidak tahu tanah siapa ini..."
Pemuda Batak : "Oh bukan.... ini bukan tanah aku, sumpah! Aku juga baru datang dari Medan, jadi aku juga tidak tahu tanah siapa ini..."
Langganan:
Postingan (Atom)